Negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain dilaporkan mulai meminta tambahan pasokan sistem interseptor dari Amerika Serikat.
"Kita menghabiskan produksi bertahun-tahun hanya dalam beberapa minggu terakhir, bahkan jika kita memaksimalkan produksi secara total butuh waktu bertahun-tahun untuk mengganti apa yang baru saja digunakan," tegas Direktur Proyek Pertahanan Rudal CSIS, Tom Karako.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Kampanye Green Future Powered Today PLN Dorong Konsumen Hidup Lebih Modern
Ia menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan pola peperangan modern yang tidak berkelanjutan dan berpotensi berdampak pada konflik lain akibat menipisnya stok global.
"Ini bukan sesuatu yang bisa terus kita lakukan," papar Karako.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.