"Ini adalah bukti bahwa wanita Saudi memiliki kapasitas penuh ketika mereka diberdayakan untuk melakukan tugas seperti saudara laki-laki mereka," puji al-Harbi.
Pemerintah Arab Saudi yang mendobrak kebijakan "tak biasa" itu membuat proporsi pekerja wanita dalam angkatan kerja meningkat. Bahkan, angka tersebut meroket lebih dari dua kali lipat sejak 2016, dari 17 persen menjadi 37 persen.
Baca Juga:
‘Peternakan Manusia’ di Georgia Eksploitasi 100 Wanita untuk Bisnis Sel Telur
Meski begitu, jumlah pengangguran di kalangan wanita Arab Saudi masih cukup tinggi. Tercatat ada 20,5 persen pada 2022, dibandingkan dengan 4,3 persen angka pengangguran pria di negara tersebut.
Banjirnya pengangguran wanita terjadi karena pelamar memadati beberapa lowongan kerja, termasuk posisi pengemudi.
Hal ini seharusnya menjadi pemantik bagi para pembuat kebijakan Arab Saudi untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi seluruh wanita yang tertarik berpartisipasi dalam perubahan ekonomi negara.
Baca Juga:
Fakta Baru: Perempuan Lebih Memilih Pria Muda, Ini Alasan di Baliknya
"Tantangan telah bergeser, dari mendorong wanita untuk bergabung dengan angkatan kerja menjadi menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk mempekerjakan ribuan wanita Arab Saudi yang memasuki angkatan kerja setiap kuartal," kata Ekonom Arab Saudi Meshal Alkhowwaiter. [ast]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.