Menurut dia, keluarganya sedang melintas di Hebron ketika tentara Israel memberikan isyarat agar kendaraan dihentikan.
Di dalam mobil saat itu terdapat dirinya, sang istri, anak mereka yang berusia 11 tahun, ibunya, dan bayi Sam.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Optimalisasi Pengawasan Konstruksi dan Material Kelistrikan Penting untuk Menjamin Keselamatan Konsumen
"Tentara itu memberi isyarat agar saya berhenti. Saya menghentikan mobil sepenuhnya dan mengangkat tangan saya dari kemudi. Segera setelah itu, mereka melepaskan tembakan ke arah kendaraan," ujarnya kepada Haaretz.
Abu Haikal mengatakan sebuah peluru terlebih dahulu menembus tangannya sebelum mengenai Sam yang berada dalam gendongan ibunya di kursi belakang.
Ia juga menegaskan kondisi saat kejadian masih terang sehingga tentara yang berada di lokasi dapat melihat dengan jelas siapa yang berada di dalam kendaraan.
Baca Juga:
Utamakan Keselamatan Konsumen, ALPERKLINAS Serukan Pengawasan Konstruksi dan Material Kelistrikan Lebih Optimal
Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) menyampaikan versi berbeda mengenai insiden tersebut.
Menurut IDF, salah satu tentara melepaskan satu tembakan setelah mengira kendaraan tersebut sedang bergerak menuju arah pasukan.
"Sebagai akibatnya, tiga warga Palestina terluka dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis," kata IDF sebagaimana dilansir The Guardian.