Menurut dia, keluarganya sedang melintas di Hebron ketika tentara Israel memberikan isyarat agar kendaraan dihentikan.
Di dalam mobil saat itu terdapat dirinya, sang istri, anak mereka yang berusia 11 tahun, ibunya, dan bayi Sam.
Baca Juga:
Jangan Tergiur! OJK Sebut Nonton Drama China hingga Klik Iklan Jadi Modus Penipuan Baru
"Tentara itu memberi isyarat agar saya berhenti. Saya menghentikan mobil sepenuhnya dan mengangkat tangan saya dari kemudi. Segera setelah itu, mereka melepaskan tembakan ke arah kendaraan," ujarnya kepada Haaretz.
Abu Haikal mengatakan sebuah peluru terlebih dahulu menembus tangannya sebelum mengenai Sam yang berada dalam gendongan ibunya di kursi belakang.
Ia juga menegaskan kondisi saat kejadian masih terang sehingga tentara yang berada di lokasi dapat melihat dengan jelas siapa yang berada di dalam kendaraan.
Baca Juga:
Data Terbaru BPS Bongkar Fakta: Dari 100 Orang Indonesia, Hanya 37 yang Rajin Berolahraga
Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) menyampaikan versi berbeda mengenai insiden tersebut.
Menurut IDF, salah satu tentara melepaskan satu tembakan setelah mengira kendaraan tersebut sedang bergerak menuju arah pasukan.
"Sebagai akibatnya, tiga warga Palestina terluka dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis," kata IDF sebagaimana dilansir The Guardian.