Kedua kelompok ini telah menyangkal keterlibatan mereka.
Sebelum kejadian, Rodriguez bekerja di organisasi nirlaba layanan kesehatan dan juga sebagai peneliti sejarah lisan. Ia meraih gelar sarjana Bahasa Inggris dari University of Illinois Chicago pada 2018.
Baca Juga:
Dewan Imam Nasional Australia Kecam Penembakan Mengerikan di Bondi Beach Sydney
Surat pernyataan FBI mengungkap bahwa Rodriguez terlihat mondar-mandir di luar museum hanya dua kilometer dari Gedung Putih sebelum akhirnya melepaskan tembakan beruntun ke arah kedua korban, lalu kembali menembak saat salah satu korban mencoba melarikan diri.
Ia sempat mengisi ulang peluru dan melanjutkan aksinya sebelum membuang senjata dan menyerahkan diri di dalam museum.
FBI menemukan pistol 9mm, 21 selongsong peluru, dan magasin senjata api di lokasi.
Baca Juga:
Dalam 12 Jam, Polisi Bekuk Pelaku Penembakan Hansip di Cakung
Presiden AS Donald Trump mengecam keras penembakan tersebut.
“Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas dilandasi antisemitisme, harus dihentikan SEKARANG!” tegasnya di Truth Social.
“Kebencian dan radikalisme tidak punya tempat di Amerika.”