WAHANANEWS.CO - Warga Brasil memadati jalanan di Rio de Janeiro untuk memprotes aksi brutal kepolisian yang menewaskan 132 orang dalam operasi pemburuan anggota kartel narkoba.
Ratusan orang berunjuk rasa di kawasan Penha pada Kamis (30/10/2025), membawa bendera Brasil dengan cap tangan berwarna merah sebagai simbol darah yang tumpah akibat kekerasan aparat.
Baca Juga:
Jadwal Piala Dunia Senin 6 Juli 2026: Ada Brasil dan Inggris
“Pembunuh! Pembunuh!” teriak massa di depan gedung pemerintahan Penha, dikutip dari Al Jazeera.
Salah satu peserta aksi, Barbara Barbosa, yang kehilangan anaknya dalam operasi tersebut, menilai tindakan aparat bukanlah upaya penegakan hukum, melainkan pembantaian.
“Ini pembantaian,” kata Barbara kepada CBS News.
Baca Juga:
Debut Manis Neymar di Piala Dunia 2026, Air Mata Haru Warnai Comeback
Nada serupa disampaikan aktivis hak asasi manusia Rute Sales yang mempertanyakan tindakan polisi yang dianggap melampaui batas.
“Apakah kita punya hukuman mati?” ujarnya lantang di tengah kerumunan.
Massa juga menuntut Gubernur Rio de Janeiro untuk mengundurkan diri karena dianggap gagal melindungi warga sipil dari kekerasan aparat.