Akhirnya, ia pun terbang ke Inggris.
Baca Juga:
Sambut HPN 2026, Polda Jambi Berikan Apresiasi Kepada Media
Ditolak Pindah ke Oman
Rencana masuk ke Inggris melalui London pada Januari 1964 terpaksa dialihkan ke Manchester karena kabut tak memungkinkan pesawat untuk mendarat.
Dari Manchester, rombongan Jamshid bin Abdullah Al Said menuju London dengan menggunakan kereta.
Baca Juga:
Menyelami Dunia Anak Berkebutuhan Khusus
Ned Donovan, penulis dan wartawan di Inggris yang mengikuti dari dekat kisah sultan terakhir Zanzibar, mengatakan, ada isyarat ketika itu bahwa pemerintah Inggris "ingin mengembalikan kekuasaan di Zanzibar ke tangan Jamshid".
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, kata Donovan, kemungkinan bagi Jamshid untuk kembali berkuasa semakin tipis.
"Dan ketika Zanzibar dan Tanganyika bergabung untuk mendirikan negara Tanzania, kemungkinan bagi Jamshid untuk kembali menjadi sultan hilang sama sekali," kata Donovan.