Jamshid sendiri, menurut Donovan, juga tidak setuju dengan usul tersebut.
Tidak diketahui perkembangan selanjutnya, namun The New York Times memberitakan bahwa pada Mei 1964 pemerintah Inggris memberi Jamshid dana 100.000 pounds.
Baca Juga:
Sambut HPN 2026, Polda Jambi Berikan Apresiasi Kepada Media
Menjadi Warga Biasa
Dengan dana ini, Jamshid memulai kehidupan baru sebagai rakyat jelata dengan tinggal di satu rumah sederhana di pinggir pantai di Southsea, Portsmouth, Inggris.
Baca Juga:
Menyelami Dunia Anak Berkebutuhan Khusus
Selama lebih dari 50 tahun tinggal di kota kecil di Southsea, tak banyak yang tahu bahwa Jamshid adalah sultan terakhir Zanzibar.
"Ia tidak mau menonjolkan diri, ia tidak pernah berbicara kepada wartawan... seingat saya tak ada warga lokal yang tahu bahwa sultan (terakhir) Zanzibar tinggal di sana (Southsea)," kata Donovan kepada koran The Guardian.
Donovan mengatakan, Jamshid menjalani kehidupan seperti layaknya warga di Inggris lainnya, seperti mengikuti ujian untuk mendapatkan surat izin mengemudi.