“Tentu saja, Iran akan bermain di Amerika Serikat.”
Sorotan terhadap partisipasi Iran muncul setelah eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan rudal yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Februari lalu.
Baca Juga:
Pagi Mengejutkan di Lombok Barat, Bupati dan 18 Orang Diamankan KPK Usai Nobar Piala Dunia
Dalam situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Iran sempat mengajukan opsi alternatif dengan memindahkan laga fase grup ke Meksiko, namun usulan itu tidak mendapat persetujuan dari FIFA.
Di sisi lain, dinamika politik juga memengaruhi kehadiran delegasi Iran dalam Kongres FIFA, di mana perwakilan mereka dilaporkan tidak melanjutkan perjalanan ke Vancouver setelah mengalami kendala di perbatasan Kanada.
Media Iran menyebut Presiden federasi sepak bola mereka, Mehdi Taj, bersama dua rekannya memilih kembali ke negaranya usai mengalami perlakuan yang dianggap tidak menyenangkan dari otoritas imigrasi Kanada.
Baca Juga:
Daftar Juara Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Hanya Delapan Negara yang Pernah Mengangkat Trofi
Pemerintah Kanada sendiri sebelumnya telah menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi terlarang pada 2024, sehingga individu yang memiliki keterkaitan dengan entitas tersebut dinilai tidak dapat memasuki wilayahnya.
Terlepas dari dinamika tersebut, Iran tetap dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona selama turnamen berlangsung.
Pada fase grup, Iran akan bersaing di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, dengan laga pembuka melawan Selandia Baru yang akan digelar di Los Angeles pada 15 Juni.