WahanaNews.co | Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerang mantan Presiden Donald Trump dan para pendukungnya dengan julukan 'ekstremis'.
Trump pun membalas serangan tersebut dengan menyebut Biden sebagai 'musuh negara'.
Baca Juga:
Hadapi Tarif Trump, Ini Tiga Senjata Presiden Prabowo
"Tidak ada contoh yang lebih jelas dari ancaman yang sangat nyata dari kebebasan Amerika daripada hanya beberapa minggu yang lalu, Anda lihat, ketika kita menyaksikan salah satu penyalahgunaan kekuasaan yang paling mengejutkan oleh pemerintahan mana pun dalam sejarah Amerika," kata Trump seperti dilansir dari AFP, Minggu (4/9/2022).
Trump mengatakan kepada para pendukungnya di rapat umum di kota Wilkes-Barre bahwa 'pelanggaran hukum yang mengerikan' akan menghasilkan 'balasan seperti yang belum pernah dilihat siapa pun'.
Dia juga membalas pidato Biden minggu ini di mana presiden mengatakan pendahulunya dan pendukung Partai Republik mewakili ekstremisme yang mengancam fondasi republik.
Baca Juga:
Tarif 32% Trump Ancam Ekspor Indonesia, Pemerintah Didesak Bertindak Cepat
Trump mengecamnya sebagai pidato paling kejam yang penuh kebencian dan memecah belah.
Trump menyebut Biden sebagai musuh negara.
"Dia adalah musuh negara. Anda ingin tahu itu," kata Trump.