WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Nepal memberlakukan jam malam ketat di Birgunj, kota perbatasan vital di wilayah selatan, pada Selasa (6/1/2026).
Melansir CNBC Indonesia, Rabu (7/1/2026) Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan antara kelompok Hindu dan Muslim setelah insiden perusakan sebuah masjid pada akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Forkopimda Kalimantan Utara Gelar Rapat Koordinasi Deklarasi Pilkada Damai 2024
Administrasi Distrik Parsa mengeluarkan perintah yang melarang seluruh warga turun ke jalan serta mengharamkan segala bentuk pertemuan atau demonstrasi. Dalam pengumuman resminya, otoritas memberikan peringatan keras bahwa aparat keamanan diizinkan untuk mengambil tindakan tegas, termasuk menembak di tempat bagi para pelanggar yang nekat beraktivitas di luar rumah.
Situasi di Birgunj menjadi perhatian serius pemerintah pusat lantaran kota ini merupakan "urat nadi" utama bagi stabilitas ekonomi Nepal. Terletak sekitar 130 kilometer di selatan ibu kota Kathmandu, Birgunj menjadi pintu masuk bagi sekitar 55% total perdagangan internasional Nepal.
Ketegangan di wilayah ini mengancam kelancaran distribusi komoditas strategis, mengingat hampir seluruh pasokan minyak, barang manufaktur, dan bahan pokok dari India harus melewati titik perbatasan ini untuk mencapai pasar domestik. Penutupan akses atau gangguan keamanan di Birgunj dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan barang dan lonjakan harga di tingkat nasional.
Baca Juga:
Tokoh Agama dan MUI Banten Deklarasikan Pilkada 2024 Damai Tanpa Isu SARA
Saat ini, tentara bersenjata lengkap bersama personel kepolisian telah dikerahkan untuk berpatroli guna memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah gangguan lebih lanjut pada arus logistik yang melewati gerbang perbatasan Raxaul-Birgunj.
Gelombang protes bermula pada hari Minggu lalu ketika kelompok Muslim turun ke jalan untuk mengecam aksi vandalisme terhadap sebuah masjid di kota terdekat. Di hari yang sama, kelompok Hindu juga menggelar demonstrasi tandingan yang memicu eskalasi massa.
Meskipun belum ada laporan mengenai bentrokan besar atau korban jiwa, sempat terjadi kericuhan kecil antara massa dengan polisi anti-huru-hara yang berusaha membubarkan kerumunan.