Kondisi ini semakin diperkuat oleh keberadaan partikel debu dalam jumlah besar yang terbawa oleh angin siklon.
Debu tersebut memicu fenomena yang dikenal sebagai Mie scattering, yaitu proses hamburan cahaya oleh partikel berukuran lebih besar, sehingga warna merah dan oranye tampak jauh lebih intens.
Baca Juga:
Ricuh di Masjid! PM Australia Disoraki Saat Salat Id
Fenomena serupa sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Beberapa wilayah lain di dunia, termasuk Amerika Serikat saat badai musim dingin, juga pernah mengalami perubahan warna langit yang dramatis.
Bahkan, secara tradisional, langit merah di pagi hari kerap dianggap sebagai pertanda akan datangnya cuaca buruk.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.