Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih pun menegaskan bahwa Washington telah menyampaikan kepada Israel bahwa serangan terhadap LAF dan warga sipil Lebanon "benar-benar tidak dapat diterima."
AS khawatir bakal terlibat langsung jika konflik Israel-Lebanon benar-benar meluas. Bukan cuma itu, Washington juga was-was Iran dan beberapa proksi lain akan terseret dalam pusaran konflik karena dukungannya terhadap Hizbullah.
Baca Juga:
Putin Disebut Sudah Mempersiapkan Perang Jangka Panjang di Ukraina
AS takut konflik kali ini akan melampaui pertumpahan darah saat perang Israel-Lebanon 2006 silam lantaran persenjataan jarak jauh dan presisi Hizbullah yang jauh lebih besar ketimbang Israel.
"Jumlah korban di Lebanon bisa berkisar antara 300 ribu hingga 500 ribu dan memerlukan evakuasi besar-besaran dari seluruh Israel utara," kata pakar Lebanon di Middle East Institute, Bilal Shab.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.