WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah kasus medis langka dari Taiwan kembali menyita perhatian publik setelah kisah seorang wanita yang mengalami sembelit kronis selama 23 tahun viral di media sosial dan memicu perbincangan luas di kalangan netizen.
Kasus tersebut pertama kali dibagikan oleh sang pasien melalui platform media sosial Dcard pada 2021, namun unggahan itu kembali ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir karena kondisi medis yang dialaminya dinilai sangat tidak biasa.
Baca Juga:
Diduga Kesal Pacarnya Diganggu, Oknum TNI AL Aniaya Remaja 19 Tahun hingga Babak Belur
Sejak masih kecil, wanita yang identitasnya tidak diungkap itu diketahui harus hidup berdampingan dengan konstipasi kronis yang membuat aktivitas buang air besar menjadi perjuangan berat setiap harinya.
Setiap kali ingin buang air besar, ia harus menghabiskan waktu antara satu hingga dua jam dalam posisi jongkok atau duduk di toilet hingga tubuhnya merasa sangat kelelahan.
Berbagai metode alami juga telah dicoba untuk mengatasi masalah tersebut, mulai dari memperbanyak konsumsi air putih, memilih makanan bertekstur lunak, hingga meningkatkan asupan sayur dan buah dalam jumlah besar.
Baca Juga:
Polda DIY Naikkan Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul ke Penyidikan, 16 Saksi Diperiksa
"Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya berukuran besar dan dua buah naga besar dalam waktu satu minggu. Hasilnya? Tetap tidak bisa buang air besar," ungkap wanita tersebut dalam unggahannya.
Meski telah berulang kali mencoba berbagai cara, kondisi yang dialaminya tidak menunjukkan perubahan berarti sehingga keluhan sembelit terus berlanjut selama bertahun-tahun.
Karena tidak lagi mampu menahan penderitaan yang berlangsung begitu lama, wanita tersebut akhirnya memutuskan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh di sebuah rumah sakit di Taiwan.
Saat pemeriksaan dilakukan, tim medis dibuat terkejut oleh hasil foto rontgen atau X-ray pada bagian perut pasien yang menunjukkan kondisi tidak lazim pada sistem pencernaannya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menemukan bahwa usus besar atau colon pasien telah mengalami perubahan posisi dan memanjang secara ekstrem hingga melesat jauh ke atas melewati batas normal rongga perut.
Kondisi itu bahkan membuat sebagian usus besar berada sangat dekat dengan area rongga dada dan jantung, sesuatu yang sangat jarang ditemukan dalam kasus sembelit pada umumnya.
Selain perubahan posisi organ, pemeriksaan juga memperlihatkan adanya penumpukan feses dalam jumlah besar yang terjadi akibat konstipasi berkepanjangan selama puluhan tahun.
Akumulasi kotoran yang terus menumpuk tersebut membuat bagian akhir usus besar kehilangan kerutan-kerutan alaminya karena terus-menerus meregang untuk menampung feses yang tidak dapat dikeluarkan secara normal.
Temuan medis itu kemudian menjadi perhatian luas setelah foto hasil rontgen pasien kembali beredar di media sosial dan memancing rasa penasaran banyak orang mengenai dampak serius konstipasi kronis yang tidak tertangani dalam jangka waktu sangat panjang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]