WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di beberapa wilayah, kresek mungkin masih menjadi pilihan untuk membungkus daging kurban pada perayaan Idul Adha meskipun plastik ini bukan food grade. Padahal, pemerintah sendiri sudah mengatur terkait standarisasi pada bungkus makanan.
Namun, semakin baiknya kewaspadaan masyarakat terkait keamanan pangan, banyak panitia kurban mulai menggunakan bahan-bahan alami untuk membungkus daging, seperti daun pisang atau besek.
Baca Juga:
Kepenghuluan Pasir Putih Utara Sebar Daging Kurban Idul Adha 1445 Hijriah
Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan jika terpaksa memang harus menggunakan plastik bukan food grade, hal ini tidak apa-apa. Asalkan harus segera dipindahkan ke wadah yang lebih aman.
"Itu kan sebentar, artinya nggak lama-lama. Nggak berhari-hari dan interaksinya ketika dia panas dan sebagainya, memuai, baru kita akan lihat bagaimana senyawa itu berinteraksi dengan di dalamnya," kata dr Andhika ketika berbincang dengan detikcom di sela The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).
Menurut dr Andhika, umumnya daging-daging kurban segera dipindahkan atau bahkan langsung diolah ketika sudah sampai di rumah.
Baca Juga:
Baznas Kalsel Pastikan Penyaluran Daging Kurban Tepat Sasaran Idul Adha 1445H
"Yang kita tahu kan setiap habis ngambil (daging kurban), dibagi, kemudian nggak usah jauh-jauh, di hari itu juga, di sore hari atau malam hari sudah diambil, sudah diproses," katanya.
Risiko kesehatan akibat kontaminasi bahan dari plastik non food grade, menurut dr Andhika relatif kecil dalam situasi tersebut. Tentunya dengan syarat, kontak dengan wadah tersebut hanya sesaat, dan segera dikeluarkan sesampai di rumah.
Menurutnya, risiko yang justru harus diperhatikan adalah saat mengolah daging. Membakar daging sampai gosong, maupun mengonsumsi daging olahan, menurutnya lebih berpotensi memicu kanker dibanding kontak dengan plastik yang cuma sesaat.