WahanaNews.co | Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Jumat memperluas penggunaan vaksin bivalen covid-19 pada kelompok anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun.
Vaksin bivalen adalah vaksin yang terdiri atas komponen virus covid-19 varian asli dan subvarian-subvarian Omicron.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Jalin Silaturahmi dengan Pondok Pesantren Darul Arifin, Tekankan Pendidikan Disiplin dan Pemanfaatan Teknologi Secara Positif
Langkah itu diumumkan sehari setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengizinkan penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer-BioNTech yang telah diperbarui pada anak berusia minimal 6 bulan.
Anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun kini memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin penguat bivalen Moderna dua bulan setelah menerima dosis vaksin covid-19 primer terakhir.
Vaksin terbaru Pfizer-BioNTech untuk anak berusia 6 bulan hingga 4 tahun hanya dapat diberikan sebagai dosis ketiga bagi mereka yang belum melengkapi vaksinasi primernya.
Baca Juga:
Kadis Kesehatan DKI Minta Warga Waspadai Penularan Campak Saat Silaturahmi Lebaran
Vaksin untuk anak-anak di AS baru disetujui otoritas pada Juni tahun ini, menjadikan mereka kelompok terakhir yang memenuhi syarat untuk vaksinasi.
Data CDC menunjukkan bahwa baru 2,9 persen anak di bawah usia 2 tahun dan kurang dari 5 persen anak berusia 2-4 tahun, yang memenuhi syarat, telah melengkapi vaksinasi primer mereka hingga 7 Desember. Demikian dilansir dari ANTARA, Sabtu (10/12/2022). [JP]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.