"Kalau sistem pernapasan mungkin bisa digantikan ventilator, tapi kalau diserang saraf otak Ya kalau dalam waktu sekejap semua mungkin bisa terganggu. Jadi sekali lagi memang paling bahaya di dalam gigitan bisa ular adalah, apabila kita ke rumah sakit tidak mempunyai anti bisa ular tersebut, karena bisa menyebabkan kondisi pasien bisa fatal sampai menurun atau kematian ya," jelas Prof Ari.
Sehubungan dengan ketersediaan antidotum bisa ular, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyebutkan memang ketersediaan antidotum masih terbatas. Sebab hanya tersedia di rumah sakit pusat (Provinsi).
Baca Juga:
Belasan Nakes Pilih Tetap Bekerja Meski Tanpa Digaji Usai Dipecat Bupati Taput, Ini Alasannya
"Iya saya ini masih di pusat sebagian stok, di rumah sakit provinsi," kata dr Nadia dalam keterangannya, Minggu (19/2/2023). [Tio/Sindonews]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.