Hasilnya, benturan yang dirasakan pada sendi lutut lebih sedikit dan menggunakan otot yang berbeda dibandingkan berjalan normal.
Sebenarnya, sendi pergelangan kakilah yang paling banyak menyerap guncangan saat berjalan mundur.
Baca Juga:
FFI Resmi Berganti Nama Menjadi AFI, Perkuat Sinergi Futsal dan Sepak Bola Nasional
Otot yang diaktifkan dalam gerakan fleksi plantar (digunakan saat menunjuk atau berdiri dengan jari kaki) berperan lebih besar dalam berjalan mundur untuk memperlambat kecepatan pergelangan kaki dan meredam guncangan.
Jadi sepertinya ada lebih dari satu kebenaran dalam klaim Harmon atas kekuatan pergelangan kaki yang unggul, meskipun kemungkinan besar dia sebenarnya naik kereta api dalam sebagian perjalanannya.
Namun manfaatnya bukan cuma soal kekuatan pergelangan kaki.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala AFF U-19 2026, Nova Arianto Jadikan Motivasi Tambahan
Peneliti juga menemukan perbedaan lokasi aktivitas saraf saat melangkah mundur dibandingkan saat melangkah maju.
Korteks prefrontal, tempatnya keterampilan kognitif seperti pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, sangat aktif ketika melangkah mundur.
Sebuah penelitian di Belanda menguji kemampuan 38 peserta untuk menyelesaikan tes Stroop sambil berjalan mundur, maju dan menyamping.