Ini adalah tes dengan item berlawanan seperti kata "biru" dalam huruf merah untuk mengganggu kecepatan orang merespons suatu perintah.
Ditemukan bahwa peserta yang berjalan mundur memiliki waktu reaksi tercepat, mungkin karena otak mereka sudah terbiasa melakukan tugas yang tidak sesuai.
Baca Juga:
FFI Resmi Berganti Nama Menjadi AFI, Perkuat Sinergi Futsal dan Sepak Bola Nasional
Studi lain dengan kuat menyimpulkan bahwa berbagai bentuk gerakan mundur, termasuk berjalan mundur, menonton video perjalanan kereta mundur, dan bahkan hanya membayangkan bergerak mundur, meningkatkan kemampuan peserta dalam mengingat informasi.
Dengan semakin banyaknya penelitian terhadap populasi sehat dan populasi tidak sehat dalam aneka penelitian tentang jalan kaki mundur, bukti manfaat dan keterbatasannya menjadi lebih jelas.
"Saya pikir teknologi mendorong banyak penelitian biomekanik saat ini," kata Dufek.
Baca Juga:
Timnas Indonesia Masuk Grup Neraka Piala AFF U-19 2026, Nova Arianto Jadikan Motivasi Tambahan
"Pada saat saya masih belajar, penelitian dengan 10 peserta sudah sangat besar. Dan sekarang, saya dan rekan-rekan bekerja dengan data besar karena lebih mudah mengumpulkan banyak informasi, dan mendapatkan hasil statistik yang sangat baik."
Namun ada juga unsur risiko dalam berjalan mundur.
Harus berhati-hati untuk menghindari halangan yang tidak kelihatan dan ada kasus di mana berjalan mundur saat fisioterapi dapat mengakibatkan terjatuh dan cedera serius.