WAHANANEWS.CO, Jakarta - Viral video yang menunjukkan obat keras tampak dijual bebas. Hal ini dikarenakan obat tersebut ditempatkan berbarengan dengan section obat bebas dan obat bebas terbatas, alih-alih disimpan untuk mendapatkan resep terlebih dulu.
Melansir dari detikhealth, Sejumlah apoteker menyesalkan laporan terkait, dikarenakan penempatan tersebut jelas memudahkan masyarakat mengakses obat-obat golongan keras. Tanpa pemantauan dokter, bisa berbahaya dan memicu efek samping serius.
Baca Juga:
HMI Dukung Aturan Baru BPOM, Tekankan Keselamatan Pasien dalam Penjualan Obat Bebas
"Gimana perasaan hati kalian pharmacist ngeliat obat golongan keras ini sudah masuk di swalayan market," beber salah satu netizen.
"Sebagai anak farmasi, kaget sih lihat ini," timpal yang lain.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) angkat bicara. Pihaknya memastikan sudah mendapatkan laporan terkait dan langsung mengamankan produk terkait.
Baca Juga:
BPOM Peringatkan Bahaya Obat Herbal Campuran Bahan Kimia, 12 Produk Ditemukan Beredar
"Ini sudah kita amankan," beber BPOM dalam keterangan tertulis kepada detikcom Rabu (13/5/2026).
"Kemarin tim BPOM RI sudah turun," lanjut BPOM.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengapresiasi laporan langsung dari masyarakat dalam unggahan terkait. Koordinasi lebih lanjut dilakukan dengan Dinas Kesehatan setempat.