WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI mendorong adanya penyempurnaan sistem penjaminan layanan kesehatan bagi anggota DPR RI, terutama terkait pembiayaan dan akses terhadap layanan medis berbasis teknologi modern seperti bedah robotik.
Upaya tersebut dinilai penting agar perkembangan teknologi kesehatan dapat diikuti oleh kebijakan asuransi yang mampu memberikan perlindungan optimal bagi peserta.
Baca Juga:
DPR RI Ingatkan Pasokan Obat Jemaah Haji Harus Aman Selama Musim Haji
Hal itu disampaikan Anggota BURT DPR RI Alex Indra Lukman saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Bunda Medical Center Padang, Sumatera Barat, Jumat (5/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pengawasan dan evaluasi terhadap fasilitas kesehatan yang menjadi mitra layanan bagi anggota DPR RI.
Dalam kesempatan itu, Alex menyoroti masih belum terakomodasinya sejumlah layanan medis berbasis teknologi robotik dalam skema asuransi kesehatan anggota DPR RI yang saat ini dikelola oleh PT Jasindo.
Baca Juga:
Menkes Beri Sinyal Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik: Segini Tarif Kelas 1-3 per 7 Mei
Menurutnya, kemajuan dunia kesehatan yang berlangsung sangat cepat harus diimbangi dengan kebijakan penjaminan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
“Pada prinsipnya, yang tidak ditanggung asuransi adalah layanan yang berkaitan dengan kebutuhan estetika atau kecantikan. Namun, apabila menyangkut penanganan penyakit, apa pun metode yang digunakan, baik melalui teknologi robotik maupun tindakan medis konvensional, seharusnya dapat dijamin oleh asuransi,” ujar Alex dikutip dari situs resmi DPR RI, Minggu (07/06/2026).
Ia menilai, selama tindakan medis tersebut dilakukan untuk tujuan penyembuhan atau penanganan penyakit, maka tidak seharusnya terdapat perbedaan perlakuan hanya karena metode yang digunakan memanfaatkan teknologi yang lebih modern.
Oleh karena itu, diperlukan kejelasan regulasi dan penyempurnaan kebijakan agar pelayanan kesehatan berbasis teknologi canggih dapat diakses tanpa terkendala persoalan administrasi maupun pembiayaan.
Selain membahas sistem penjaminan kesehatan, Alex juga memberikan apresiasi terhadap kualitas layanan yang diberikan Rumah Sakit Bunda Padang.
Menurutnya, tingginya jumlah pasien yang memanfaatkan layanan rumah sakit tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap mutu pelayanan yang diberikan.
“Kita bisa melihat sendiri banyaknya pasien yang datang. Itu menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan sudah baik. Pasien tentu akan mencari tempat yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi mereka,” katanya.
Meski demikian, Alex mengingatkan bahwa tantangan di sektor kesehatan akan terus berkembang seiring munculnya berbagai jenis penyakit baru serta perubahan pola penyakit di masyarakat.
Karena itu, rumah sakit dituntut untuk terus melakukan transformasi layanan, memperkuat sumber daya manusia, serta mengadopsi teknologi kesehatan terkini.
“Ke depan, kami berharap Rumah Sakit Bunda dapat bertransformasi lebih cepat. Perkembangan penyakit berlangsung sangat dinamis sehingga pelayanan kesehatan juga harus terus berinovasi dan beradaptasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menekankan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis dan institusi kesehatan.
“Yang paling penting adalah membangun kepercayaan pasien. Sebenarnya kemampuan tenaga medis kita tidak kalah dengan luar negeri. Ketika seseorang datang ke rumah sakit, mereka harus yakin bahwa rumah sakit mampu memberikan solusi atas masalah kesehatan yang dihadapi,” tegasnya.
Alex berharap seluruh rumah sakit di Indonesia terus meningkatkan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dengan demikian, rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga menjadi pusat layanan kesehatan yang mampu memberikan solusi komprehensif dan dipercaya masyarakat luas.
Kunjungan BURT DPR RI ke Sumatera Barat sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan fasilitas kesehatan mitra DPR RI mampu memberikan pelayanan terbaik, sekaligus mendorong peningkatan standar layanan kesehatan yang modern, inklusif, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Bunda Padang Helgawati memaparkan berbagai langkah pengembangan yang sedang dilakukan rumah sakit guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Pengembangan tersebut mencakup perluasan kapasitas layanan, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga pemanfaatan teknologi medis mutakhir.
Saat ini Rumah Sakit Bunda Padang memiliki kapasitas 115 tempat tidur. Rumah sakit tersebut juga tengah menyelesaikan pembangunan tambahan 59 tempat tidur baru sehingga total kapasitas nantinya meningkat menjadi 170 tempat tidur.
Penambahan kapasitas tersebut akan didukung oleh pengoperasian gedung baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 Juli 2026.
Kehadiran gedung baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tampung pasien sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan modern.
Sebagai salah satu rumah sakit swasta yang terus berkembang di Sumatera Barat, Rumah Sakit Bunda Padang saat ini didukung lebih dari 100 dokter dari berbagai disiplin ilmu dan spesialisasi serta sekitar 500 tenaga kesehatan dan karyawan yang mendukung operasional pelayanan kepada pasien.
"Pelayanan kesehatan tidak mungkin berhenti berkembang. Penyakit terus berkembang, teknologi juga berkembang. Karena itu kami terus melakukan ekspansi dan peningkatan layanan, salah satunya melalui penambahan kapasitas rawat inap dan penguatan fasilitas kesehatan," ujarnya.
Helgawati menjelaskan bahwa sekitar 90 persen pasien yang dilayani merupakan peserta BPJS Kesehatan.
Namun demikian, rumah sakit juga menyediakan layanan non-BPJS dan layanan eksekutif guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pilihan pelayanan kesehatan yang lebih fleksibel.
Dalam upaya meningkatkan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Bunda Padang juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan.
Salah satunya adalah penyediaan petugas pendamping atau person in charge (PIC) yang bertugas membantu pasien dan keluarga sejak proses registrasi hingga pelayanan selesai.
Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa kehadiran PIC bukan untuk membedakan layanan antar pasien, melainkan untuk mempercepat alur pelayanan serta memberikan pengalaman berobat yang lebih nyaman dan efisien.
"Kami terus membangun budaya pelayanan yang mengedepankan humanisme. Tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga memastikan bahwa kualitas pelayanan dan kepedulian kepada pasien terus tumbuh di lingkungan rumah sakit," jelasnya.
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi kebanggaan Rumah Sakit Bunda Group adalah layanan bedah robotik.
Teknologi tersebut menjadikan grup rumah sakit ini sebagai salah satu pelopor penerapan bedah robotik di Indonesia sejak tahun 2012.
Hingga saat ini, teknologi tersebut telah digunakan untuk menangani ratusan kasus dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Bedah robotik banyak dimanfaatkan dalam tindakan obstetri dan ginekologi, termasuk penanganan miom serta berbagai operasi yang membutuhkan tingkat ketelitian dan presisi tinggi.
Manajemen menjelaskan bahwa penggunaan teknologi robotik mampu meningkatkan akurasi tindakan medis sekaligus mempercepat waktu operasi.
Jika sebelumnya suatu prosedur dapat berlangsung hingga delapan jam, dengan bantuan sistem robotik waktu tindakan dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam.
Selain meningkatkan efisiensi, teknologi robotik juga memungkinkan dokter menjangkau area operasi yang sulit diakses melalui metode bedah konvensional sehingga kualitas hasil tindakan medis dapat lebih optimal.
"Robot bukan menggantikan dokter, tetapi membantu dokter bekerja dengan lebih presisi. Teknologi ini memberikan manfaat besar terutama untuk kasus-kasus yang kompleks dan membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi," ungkapnya.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pengembangan teknologi kesehatan modern merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan berstandar internasional di Indonesia.
Mereka meyakini kualitas tenaga medis Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, terlebih banyak dokter dalam negeri yang memiliki pengalaman menangani kasus dalam jumlah besar dan beragam.
Melalui pengembangan fasilitas, penambahan kapasitas layanan, inovasi pelayanan berbasis humanisme, serta penerapan teknologi bedah robotik, Rumah Sakit Bunda Padang berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat maupun peserta asuransi kesehatan anggota DPR RI.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]