WAHANANEWS.CO, Jakarta - Asam urat atau gout adalah peradangan sendi yang terjadi ketika kristal asam urat menumpuk di dalam tubuh dan memicu rasa nyeri yang menyiksa.
Mengutip Kementerian Kesehatan, penderita asam urat kerap merasakan sendi membengkak, terasa panas, dan nyeri, terutama di area kaki dan tangan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga:
Studi BRIN Ungkap Pola Makan Anak-Remaja Indonesia Jauh dari Gizi Seimbang
Kondisi ini tidak muncul begitu saja, karena ada sejumlah pemicu di baliknya, salah satunya pola konsumsi makanan tertentu, termasuk sarden, tuna, ikan asin, dan ikan teri.
Namun, anggapan bahwa semua jenis ikan harus dihindari ternyata tidak sepenuhnya benar, sebab ada beberapa jenis ikan yang justru relatif aman dikonsumsi oleh penderita asam urat.
Lantas, bagaimana cara mengonsumsi ikan yang tepat agar asam urat tetap terkendali dan tidak mudah kambuh.
Baca Juga:
Pria Ini Berhasil Dapat Makan Gratis 1.000 Kali, Hasil Tipu Aplikasi 2 Tahun
Pilih ikan berdasar kadar purin
Mengutip Verywell Health, kandungan purin dalam ikan menjadi faktor penting yang wajib diperhatikan sebelum makanan laut ini dikonsumsi, terutama oleh mereka yang memiliki riwayat asam urat.
Secara alami, tubuh memang memproduksi purin, yaitu zat yang berperan dalam penyediaan energi dan pengaturan pertumbuhan sel.
Purin tersebut kemudian diurai oleh tubuh dan diubah menjadi asam urat yang normalnya akan dibuang melalui ginjal.
Masalah muncul ketika fungsi ginjal terganggu atau ketika produksi asam urat dalam tubuh berlebihan, sehingga zat ini menumpuk dan membentuk kristal-kristal tajam di persendian.
Penumpukan kristal inilah yang memicu pembengkakan, rasa panas, dan nyeri hebat yang menjadi ciri khas serangan asam urat.
Untuk mencegah kondisi tersebut, orang yang pernah atau berisiko mengalami asam urat perlu lebih selektif dalam memilih dan mengonsumsi ikan.
Pasalnya, kandungan purin pada ikan tidaklah sama, ada yang rendah, sedang, hingga sangat tinggi, dan konsumsi berlebihan bisa memicu kambuhnya asam urat.
Ikan dengan kategori purin rendah umumnya mengandung kurang dari 100 miligram purin per 100 gram porsi.
Beberapa jenis ikan yang relatif aman dikonsumsi antara lain monkfish, sablefish, lele, kakap merah, dan ikan nila.
Ikan-ikan tersebut dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari direbus, dipanggang, dibakar, hingga digoreng, asalkan tidak berlebihan.
Selain makanan, asam urat ternyata juga bisa dipicu oleh faktor lain yang sering kali tidak disadari, seperti gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu.
Sementara itu, ikan dengan kadar purin sedang mengandung sekitar 100 hingga 400 miligram purin per 100 gram porsi.
Jenis ikan dalam kelompok ini meliputi cod, kakap putih, halibut, ikan mas, serta flounder yang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Kewaspadaan ekstra diperlukan saat mengonsumsi tuna dan trout, termasuk makanan laut seperti kepiting dan lobster, karena kandungan purinnya tergolong sangat tinggi.
Tak hanya itu, sarden, salmon, haring, hingga ikan teri juga masuk dalam daftar ikan dengan kadar purin tinggi yang berpotensi memicu serangan asam urat.
Perlu diketahui, ikan yang berisiko tinggi bagi penderita asam urat umumnya mengandung lebih dari 400 miligram purin per porsi.
Cara mengatasi asam urat
Tidak ada satu pun orang yang berharap terkena asam urat karena kondisi ini begitu mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tapi, apabila asam urat telanjur menyerang, orang yang mengalaminya bisa mengatasinya dengan cara-cara berikut ini.
1. Menurunkan berat badan jika berat badan berlebihan
2. Menghentikan kebiasaaan merokok
3. Menghentikan konsumsi alkohol.
Di samping itu, penderita asam urat sebaiknya juga berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik supaya nyeri berkurang.
Cara mengatasi asam urat sebaiknya dibarengi juga dengan pencegahan, seperti mengurangi konsumsi obat diuretik atau imunosupresan.
Kemudian, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, dan banyak mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan.
Yang tidak kalah pentingnya adalah menghindari makanan-makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi.
[Redaktur: Sandy]