Padahal, satu porsi minuman manis saja sudah mengandung gula yang cukup tinggi, berkisar antara 19 hingga 25 gram.
Jumlah tersebut hampir menyamai batas maksimal konsumsi gula harian yang dianjurkan untuk anak usia prasekolah.
Baca Juga:
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.716, Pemerintah Perkuat Program Imunisasi
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena tidak sedikit anak yang mengonsumsi minuman manis lebih dari dua kali dalam sehari.
"Minuman manis itu kandungan gulanya bisa 19 gram, bisa 20 gram, bahkan bisa 25 gram. Dan mereka ada yang mengonsumsi lebih dari 2 kali per hari," ujarnya.
Ia juga menilai tingginya konsumsi minuman manis pada anak tidak terlepas dari faktor lingkungan dan strategi pemasaran produk.
Baca Juga:
Musim Hujan Tingkatkan Risiko Penyakit, IDAI Ingatkan Prioritas Keselamatan Anak Sekolah
Saat ini, minuman manis dikemas dalam berbagai bentuk menarik, seperti gelas plastik sekali pakai yang tersegel, sehingga mudah dijangkau dan disukai anak-anak.
Oleh karena itu, Dr. Klara mengimbau para orang tua untuk lebih selektif dan aktif mengawasi pola makan serta minum anak.
Pembatasan gula tambahan sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat hingga dewasa.