WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus.
Virus yang ditularkan melalui tikus tersebut dinilai berbahaya karena gejalanya dapat tersembunyi cukup lama di dalam tubuh sebelum akhirnya muncul.
Baca Juga:
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.716, Pemerintah Perkuat Program Imunisasi
Masa inkubasi yang panjang membuat proses pelacakan sumber penularan menjadi lebih sulit dilakukan.
Perhatian terhadap penyakit ini meningkat setelah muncul sejumlah laporan kasus Hantavirus di berbagai negara.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap paparan tikus maupun lingkungan yang terkontaminasi kotoran dan urine hewan pengerat tersebut.
Baca Juga:
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Gula Berlebih, Anak Usia 3–5 Tahun Maksimal 3–4 Sendok Teh per Hari
Anggota UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Prof Dominicus Husada, menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penanganan Hantavirus adalah lamanya masa inkubasi virus di dalam tubuh manusia.
Hal tersebut menyebabkan penderita sering kali tidak menyadari kapan dan di mana mereka terpapar.
“Yang menyulitkan, gejala itu bisa muncul sampai dua bulan setelah kontak dengan tikusnya. Bisa juga kalau penularan orang ke orang, bisa selama itu baru keluar gejala,” kata Prof Dominicus Husada dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.