Dominicus menerangkan, pada tahap awal infeksi, gejala Hantavirus umumnya menyerupai penyakit ringan seperti flu atau selesma biasa.
Penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemah dan tidak bertenaga.
Baca Juga:
Kasus Campak di Indonesia Tembus 8.716, Pemerintah Perkuat Program Imunisasi
Karena tidak memiliki ciri khas tertentu pada fase awal, banyak kasus yang terlambat dikenali.
Ia mengatakan kondisi pasien biasanya baru menunjukkan tanda yang lebih serius ketika infeksi memasuki fase lanjut.
Pada tahap tersebut, kondisi kesehatan penderita dapat menurun dengan cepat dan memerlukan penanganan medis segera.
Baca Juga:
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Gula Berlebih, Anak Usia 3–5 Tahun Maksimal 3–4 Sendok Teh per Hari
“Tidak ada yang spesifik di awal. Tidak ada perdarahan atau tanda khusus. Hal itu baru muncul di fase akhir. Di mana kondisi bisa memburuk dengan sangat cepat,” ucapnya.
Selain mengingatkan soal gejala, IDAI juga meminta masyarakat lebih berhati-hati saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran maupun urine tikus.
Terutama dalam kondisi kering, partikel virus berpotensi beterbangan di udara dan masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan.