WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ratusan pengungsi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, mulai mengalami berbagai gangguan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.
Keluhan itu tak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang terpaksa tinggal di ruang terbuka dengan fasilitas terbatas.
Baca Juga:
Tragedi di Tengah Laut, 250 Pengungsi Rohingya Hilang Saat Cari Perlindungan
Penyakit yang banyak muncul di antaranya ISPA, demam, batuk, perut kembung, hingga gangguan pada lambung.
Petugas kesehatan di Posko Desa Batunagodang, Kristina Manurung, mengungkapkan kondisi tersebut dipicu oleh lingkungan pengungsian yang tidak ideal.
Dari total 298 pengungsi yang tercatat, hampir setengahnya mengalami masalah kesehatan.
Baca Juga:
Pembangunan Huntap Untuk Korban Bencana Ekologis Tapteng Dikebut
“Yang terkena penyakit hampir setengah dari pengungsi di sini. Dikarenakan dengan kondisi seperti ini, angin malam, asap rokok jadi sirkulasinya tidak sebebas di rumah, jadi kurang sehat,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Menurut Kristina, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan karena mereka tidur berdampingan dengan orang dewasa di ruang terbuka tanpa pelindung yang memadai.
Kondisi malam yang dingin serta minimnya ventilasi membuat penyakit mudah menyebar.