WAHANANEWS.CO, Jakarta - Tak perlu selalu berkeringat di pusat kebugaran untuk menjaga tubuh tetap fit, sebab aktivitas sesederhana jalan kaki dengan tempo cepat selama beberapa menit ternyata dapat memberikan sederet manfaat bagi kesehatan.
Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas fisik yang banyak digemari karena mudah dilakukan, praktis, dapat disesuaikan dengan rutinitas sehari-hari, dan tidak membutuhkan biaya besar.
Baca Juga:
Hasil Studi: Jalan Cepat Singkat Lebih Sehat daripada Jalan Lambat Berjam-jam
Meski terlihat sederhana, kebiasaan berjalan kaki dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, mulai dari membantu meningkatkan sirkulasi darah hingga mendukung pengaturan kadar gula darah.
Menariknya, manfaat yang diperoleh dari berjalan kaki juga dapat berbeda tergantung waktu aktivitas tersebut dilakukan.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk berjalan kaki agar manfaat yang diperoleh semakin optimal?
Baca Juga:
Studi Global Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Malas Jalan Kaki
Jalan Kaki Pagi Hari
Berjalan kaki pada pagi hari dapat menjadi pilihan untuk memulai aktivitas karena mampu membantu tubuh terasa lebih bugar dan berenergi.
Aktivitas fisik pada pagi hari juga dapat meningkatkan sirkulasi darah sekaligus membantu sistem saraf menjadi lebih aktif setelah tubuh beristirahat sepanjang malam.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2012 menemukan bahwa berjalan cepat selama 45 menit pada pagi hari dapat memengaruhi respons seseorang terhadap makanan.
Penelitian tersebut menemukan bahwa peserta yang berjalan cepat selama 45 menit pada pagi hari menunjukkan ketertarikan yang lebih rendah terhadap gambar makanan.
Sebaliknya, ketertarikan terhadap gambar makanan ditemukan meningkat setelah peserta melakukan aktivitas lain pada waktu berbeda.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas berjalan kaki pada pagi hari tidak hanya membantu tubuh bergerak, tetapi juga berpotensi memengaruhi respons terhadap makanan.
Jalan Kaki Pertengahan Pagi
Berjalan kaki pada pertengahan pagi dapat menjadi pilihan terutama bagi pekerja kantoran yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan duduk di depan komputer.
Setelah bekerja selama beberapa jam, tubuh dapat diberi kesempatan untuk keluar sejenak dari posisi duduk dengan melakukan aktivitas fisik ringan.
Berjalan kaki dalam waktu singkat dapat menjadi cara sederhana untuk menggerakkan tubuh sekaligus memberikan jeda dari rutinitas pekerjaan.
Personal trainer bersertifikasi Andrew White mengatakan pertengahan pagi dapat menjadi kesempatan yang baik untuk meninggalkan pekerjaan sejenak dan menggerakkan tubuh.
Menurut White, berjalan kaki pada waktu tersebut dapat memberikan sensasi segar dan membantu mengembalikan energi tanpa harus selalu mengandalkan minuman berkafein seperti kopi.
Aktivitas tersebut juga relatif mudah dimasukkan ke dalam rutinitas pekerja karena tidak membutuhkan perlengkapan maupun waktu yang terlalu panjang.
Jalan Kaki Setelah Makan Siang
Waktu lain yang dapat dimanfaatkan untuk berjalan kaki adalah setelah makan siang karena aktivitas ringan setelah makan dikaitkan dengan sejumlah manfaat metabolik.
Tinjauan terhadap sejumlah penelitian yang diterbitkan pada 2022 menunjukkan bahwa berdiri dan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki sepanjang hari berkaitan dengan kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah setelah makan.
Berjalan kaki ringan setelah makan dapat menjadi cara sederhana untuk membuat tubuh kembali bergerak setelah sebelumnya duduk ketika menyantap makanan.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian tanpa seseorang harus menyediakan sesi olahraga khusus di tengah kesibukannya.
Aktivitas ringan setelah makan berpotensi membantu menjaga kadar gula darah sekaligus mendukung pengelolaan berat badan dan mengurangi risiko penumpukan lemak tubuh.
Manfaat berjalan kaki setelah makan siang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik karena aktivitas tersebut juga dapat memberikan pengaruh terhadap suasana hati.
Berjalan kaki setelah makan siang disebut dapat membantu seseorang merasa lebih tenang, waspada, bahagia, serta tidak mudah mengalami stres ketika kembali menjalani aktivitas.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi pilihan bagi pekerja yang harus kembali duduk dalam waktu lama setelah menyelesaikan makan siang.
Jalan Kaki Sore Hari
Bagi orang yang kesulitan bangun lebih awal untuk berolahraga, sore hari dapat menjadi alternatif waktu yang praktis untuk berjalan kaki.
Berjalan kaki pada sore hari dapat membantu tubuh tetap bergerak setelah menjalani berbagai aktivitas sejak pagi hingga menjelang berakhirnya jam kerja.
Menurut White, sore hari merupakan periode ketika tubuh mulai memasuki fase penstabilan sehingga aktivitas berjalan kaki dapat menjadi pilihan yang sesuai.
Jalan kaki pada sore hari juga dapat menjadi semacam jembatan antara kesibukan pekerjaan dan waktu untuk beristirahat.
Dengan berjalan kaki setelah menyelesaikan berbagai pekerjaan, tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk beralih secara perlahan dari kondisi sibuk menuju keadaan yang lebih rileks.
Aktivitas tersebut dapat dilakukan dalam durasi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu yang tersedia sehingga tidak harus menjadi sesi olahraga yang panjang.
Jalan Kaki Malam Hari
Berjalan kaki pada malam hari juga dapat menjadi pilihan untuk melepaskan penat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
Aktivitas fisik ringan pada malam hari dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dan berpotensi mendukung tidur yang lebih nyaman.
White menyebut sekitar satu jam sebelum waktu tidur sebagai salah satu periode yang dapat dipilih untuk melakukan aktivitas jalan kaki pada malam hari.
Berjalan kaki pada waktu tersebut dapat menjadi cara untuk tetap bergerak tanpa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi menjelang waktu beristirahat.
Selain membantu menjaga tubuh tetap aktif, jalan kaki pada malam hari juga dapat menjadi alternatif kegiatan untuk mengurangi keinginan mengonsumsi camilan.
Alih-alih menghabiskan waktu luang dengan ngemil karena bosan, seseorang dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki.
Pada akhirnya, tidak ada satu waktu yang mutlak harus dipilih untuk berjalan kaki karena pagi, pertengahan pagi, setelah makan siang, sore, maupun malam memiliki manfaat yang dapat disesuaikan dengan rutinitas masing-masing.
Hal terpenting adalah menjadikan aktivitas fisik tersebut sebagai kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten sehingga tubuh tetap aktif di tengah rutinitas sehari-hari.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]