WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ikan memang dikenal sehat, tetapi beberapa jenisnya bisa menyimpan merkuri dalam kadar tinggi yang berisiko bagi tubuh jika terlalu sering dikonsumsi.
Konsumsi ikan kerap dianjurkan karena mengandung protein tinggi dan berbagai nutrisi penting bagi kesehatan.
Baca Juga:
Bukan Cuma Lezat, 4 Ikan Ini Ternyata Ampuh Redakan Kolesterol
Namun, pencemaran perairan membuat sebagian ikan dapat terkontaminasi merkuri dalam jumlah berbeda-beda.
Pada dasarnya, merkuri dapat ditemukan pada hampir semua jenis ikan.
Akan tetapi, beberapa ikan memiliki konsentrasi merkuri lebih tinggi sehingga perlu lebih diwaspadai dalam konsumsi sehari-hari.
Baca Juga:
Nelayan Libur Melaut, Harga Ikan di Tapteng Meroket
Menurut Healthline, merkuri berasal dari unsur alami di lingkungan yang dapat dilepaskan melalui aktivitas industri maupun fenomena alam seperti erupsi gunung berapi.
Berdasarkan data Food and Drug Administration atau FDA, berikut beberapa jenis ikan dan seafood yang diketahui memiliki kadar merkuri tinggi hingga sedang.
Ikan Tuna
Ikan tuna memiliki kadar merkuri sekitar 0,350 ppm.
Beberapa jenis tuna, termasuk tuna albacore, diketahui memiliki kandungan merkuri cukup tinggi.
Karena itu, konsumsi tuna perlu diperhatikan agar tidak berlebihan dalam menu harian.
Ikan King Mackerel
Ikan king mackerel memiliki kadar merkuri sekitar 0,730 ppm.
Jenis ikan ini berbeda dengan makarel kalengan yang umum ditemukan di supermarket.
King mackerel berukuran besar dan beratnya rata-rata bisa mencapai sekitar 40 kilogram.
Meski kerap menjadi incaran para pemancing, ikan ini termasuk berisiko jika dikonsumsi terlalu sering karena kandungan merkurinya tinggi.
Ikan Tuna Mata Besar atau Big Eye Tuna
Ikan tuna mata besar memiliki kadar merkuri sekitar 0,689 ppm.
Ikan ini memiliki tubuh memanjang dan kekar seperti torpedo.
Ukurannya juga dapat mencapai sekitar 236 sentimeter.
Rasa dagingnya mirip dengan jenis tuna lain.
Namun, kandungan merkurinya yang tinggi membuat ikan ini disarankan untuk dihindari atau setidaknya sangat dibatasi konsumsinya.
Lobster
Lobster memiliki kadar merkuri sekitar 0,166 ppm.
Seafood ini termasuk salah satu hidangan laut yang banyak digemari karena tekstur dan rasanya yang khas.
Meski begitu, lobster tetap mengandung merkuri dalam tingkat sedang.
Karena itu, konsumsi lobster sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.
Ikan Todak atau Swordfish
Ikan todak memiliki kadar merkuri sekitar 0,995 ppm.
Ikan ini dikenal memiliki daging tebal, lembut, dan gurih.
Swordfish juga kerap disajikan dalam bentuk steak.
Di pasaran, ikan todak biasanya dijual dalam bentuk fillet beku dan sering disandingkan dengan ikan dori.
Namun, kadar merkurinya yang tinggi membuat ikan ini perlu diwaspadai.
Ikan Hiu
Ikan hiu memiliki kadar merkuri sekitar 0,979 ppm.
Hiu dikenal sebagai predator laut yang berada di rantai makanan atas.
Posisi tersebut membuat ikan hiu lebih berisiko menumpuk merkuri dalam tubuhnya.
Meski dalam beberapa budaya daging hiu kerap diolah menjadi hidangan tertentu, konsumsinya perlu sangat dibatasi karena kandungan merkuri yang tinggi.
Ikan Jabad atau Tilefish
Ikan jabad atau tilefish memiliki kadar merkuri sekitar 1,123 ppm.
Tilefish dikenal sebagai salah satu ikan dengan kandungan merkuri tertinggi.
Salah satu penyebab tingginya kadar merkuri pada ikan ini adalah durasi hidupnya yang relatif lebih panjang dibandingkan sejumlah ikan lain.
Semakin lama ikan hidup dan berada di rantai makanan tertentu, semakin besar pula potensi akumulasi merkuri dalam tubuhnya.
Ikan Orange Roughy
Ikan orange roughy memiliki kadar merkuri sekitar 0,571 ppm.
Ikan predator ini hidup di kawasan gunung bawah laut dan dapat ditemukan di berbagai cekungan laut dunia.
Umurnya yang bisa mencapai sekitar 150 tahun membuat orange roughy rentan mengakumulasi merkuri dalam kadar tinggi.
Karena itu, ikan ini termasuk jenis yang perlu dibatasi konsumsinya.
Ikan Marlin
Ikan marlin memiliki kadar merkuri sekitar 0,485 ppm.
Daging ikan marlin dikenal lembut, juicy, dan memiliki cita rasa khas laut.
Rasanya yang unik membuat ikan ini banyak diminati dalam berbagai olahan.
Namun, kandungan merkurinya yang cukup tinggi membuat konsumsi marlin perlu dilakukan secara hati-hati.
Ikan Barramundi atau Bass
Ikan barramundi atau bass memiliki kadar merkuri sekitar 0,167 ppm.
Ikan ini banyak ditemukan di wilayah Hindia-Pasifik Barat, mulai dari Asia Tenggara hingga Papua Nugini.
Meski masuk kategori ikan dengan kandungan merkuri sedang, konsumsi barramundi tetap perlu diperhatikan.
Dengan mengetahui jenis ikan yang berpotensi mengandung merkuri tinggi, masyarakat dapat lebih bijak memilih sumber protein laut untuk konsumsi harian.
Ikan tetap bisa menjadi pilihan makanan sehat, asalkan jenis dan porsinya disesuaikan dengan kondisi tubuh serta tidak dikonsumsi secara berlebihan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]