"Kita melakukan mitigasi nasional, melakukan edukasi, dan menyebarkan berita-berita dan edukasi, tentang gejala-gejala hantavirus yang renal disease tersebut. Tapi kalau yang pulmonary disease, itu memang belum ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia sempat menerima informasi dari otoritas kesehatan Inggris mengenai seorang warga negara asing (WNA) yang menjadi kontak erat pasien positif hantavirus di sebuah kapal pesiar internasional.
Baca Juga:
Jangan Abaikan, 5 Tanda Stroke Bisa Muncul Sebulan Sebelum Serangan
WNA tersebut diketahui bekerja di Indonesia sehingga pemerintah segera melakukan penelusuran dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna memastikan kondisi yang bersangkutan.
“Tanggal 8 kita identifikasi. Kemudian kita periksa dan kondisinya sekarang baik-baik saja,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah membawa WNA tersebut ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasil tes sementara menunjukkan bahwa yang bersangkutan negatif hantavirus.
Baca Juga:
Bahaya Mengintai, 2,3 Juta Anak Indonesia Belum Pernah Diimunisasi
Meski demikian, pemerintah tetap meminta WNA tersebut menjalani isolasi sementara guna memastikan tidak ada gejala yang muncul selama masa inkubasi penyakit berlangsung.
“WNA itu sudah diperiksa menyeluruh di RSPI Sulianti Saroso dan hasil sementara menunjukkan negatif hantavirus. Namun, pemerintah tetap meminta yang bersangkutan menjalani isolasi sementara guna memantau masa inkubasi penyakit tersebut,” kata Menkes.
Budi Gunadi menambahkan, pengalaman Indonesia menghadapi pandemi Covid-19 menjadi modal penting dalam memperkuat sistem surveilans penyakit menular.