Kemenkes juga memastikan pasokan alat hemodialisis serta peralatan medis pendukung tetap terpenuhi demi menjaga keberlangsungan terapi pasien kronis.
“Alhamdulillah di rumah sakit terdampak pasien bisa ditransfer ke rumah sakit terdekat yang aman, dan kami menyuplai alat hemodialisisnya. Saat ini pelayanan sudah mulai lancar untuk pasien yang rutin menjalani HD,” jelasnya.
Baca Juga:
PLN Salurkan Alat Deteksi Preeklamsia Berbasis AI untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan di seluruh wilayah terdampak bencana, khususnya di Sumatra.
Kemenkes telah membentuk Health Emergency Operation Center (HEOC) sebagai pusat koordinasi krisis kesehatan yang berfungsi mempercepat penanganan darurat di setiap provinsi terdampak.
“Jadi maksud saya bahwa tugas daripada Kementerian Kesehatan adalah memastikan bahwa layanan kesehatan dan support obat-obatan. Karena mereka menjerit, minta tolong dan kami langsung mendata,” kata Benjamin.
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dorong Masyarakat Lebih Sadar Gizi
Melalui langkah-langkah itu, pemerintah berharap pelayanan kesehatan dapat kembali stabil sekaligus meminimalkan risiko munculnya penyakit baru selama masa tanggap darurat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.