WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyiapkan program vaksinasi campak bagi orang dewasa sebagai langkah lanjutan setelah adanya perluasan izin penggunaan vaksin.
Kebijakan ini menyusul keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang resmi mengizinkan penambahan indikasi vaksin campak untuk kelompok usia dewasa sejak 7 April 2026.
Baca Juga:
Jangan Abaikan, 5 Tanda Stroke Bisa Muncul Sebulan Sebelum Serangan
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut akan melibatkan koordinasi lintas daerah agar berjalan optimal di seluruh Indonesia.
"Tentunya harus koordinasi dengan dinas kesehatan seluruh daerah, karena Indonesia ini kan luas, ada 38 provinsi," kata Rizka dalam konferensi pers di Gedung BPOM, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Ia mengungkapkan, saat ini pemerintah telah memiliki stok vaksin MR (measles-rubella) sebanyak sekitar 9,8 juta dosis yang tersebar di berbagai wilayah.
Baca Juga:
Bahaya Mengintai, 2,3 Juta Anak Indonesia Belum Pernah Diimunisasi
Ketersediaan tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi selama kurang lebih lima setengah bulan ke depan.
Dalam tahap awal implementasi, program vaksinasi campak untuk orang dewasa akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan tingkat kejadian luar biasa (KLB) campak tertinggi.
Selain itu, tenaga medis lainnya seperti dokter umum dan dokter gigi, termasuk peserta program internship, juga akan menjadi sasaran di seluruh provinsi.