WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kasus medis langka menimpa seorang wanita berusia 68 tahun di Amerika Serikat. Berniat mengobati peradangan kulit wajah, tubuh wanita tersebut justru dipenuhi bercak hitam misterius setelah mengonsumsi antibiotik.
Kasus unik yang dipublikasikan dalam jurnal medis ternama The New England Journal of Medicine (NEJM) pada 1 April 2026 ini, menyoroti efek samping obat yang berkembang dengan sangat cepat di luar dugaan tim medis.
Baca Juga:
Hati-hati! Antibiotik Bisa Picu Obesitas dan Gangguan Otak
Muncul Bercak Gelap dalam Dua Minggu
Dikutip dari Live Science, awalnya, wanita tersebut diresepkan antibiotik oral jenis Minosiklin (minocycline) dengan dosis 100 miligram per hari. Obat ini ditujukan untuk mengatasi gejala rosacea kondisi peradangan kronis yang menyebabkan wajah memerah dan timbul bintil-bintil kemerahan mirip jerawat.
Minosiklin dipilih karena memiliki efek antiinflamasi yang kuat untuk meredakan penyakit tersebut. Namun, hanya dalam waktu dua minggu setelah rutin meminum obat tersebut, keanehan mulai terjadi. Bercak gelap mulai bermunculan di kulitnya.
Baca Juga:
Polisi Beberkan Hasil Autopsi Sementara Kasus Wartawan Tewas di Jakarta Barat
Dalam kurun waktu enam minggu, bercak tersebut meluas ke seluruh lengan dan kaki. Warnanya pun bervariasi, mulai dari biru tua keunguan mirip memar, hingga hitam pekat.
Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga menemukan adanya "hiperpigmentasi" biru-abu-abu di bagian tulang kering, lengan bawah, hingga ke sisi samping lidahnya.
Berdasarkan laporan ilmiah yang ditulis oleh Aarti Maharaj dari University of Florida, wanita tersebut didiagnosis mengalami Hiperpigmentasi Terinduksi Minosiklin Tipe II. Kondisi ini ditandai dengan perubahan warna biru-abu-abu pada kulit normal di area luar lengan dan kaki.