Kasusnya baru-baru ini terjadi di Bantul, Jawa Tengah. Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, “Jadi anak memang ada risiko penularan, contoh anak umur 2 tahun kan sering digendong atau diciumin orang-orang. Hal itu risiko kontak makin tinggi,” kata Agus dikutip dari Detik.
“Apalagi kerawanan akibat kurang gizi karena kondisinya, angka stunting juga masih ada terus. Jadi, ada potensi-potensi di dalam anak itu sendiri, sehingga daya tahan tubuh anak kurang,” dia menambahkan.
Baca Juga:
BPOM Setujui Uji Klinis Vaksin Inhalasi TBC Pertama di Dunia, Indonesia Ambil Langkah Berani
Sederhananya, hanya sedikit potensi penyebaran infeksi TB ketika dicium. Tapi, risikonya semakin tinggi jika anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, stunting atau kekurangan asupan gizi.
Adapun beberapa faktor yang meningkatkan potensi penyakit, yakni:
- Mengidap HIV.
Baca Juga:
Kemenkes Gandeng 35 Kementerian Percepat Penuntasan TBC di Indonesia
- Mengidap kanker.
- Tengah menjalani pengobatan kanker.
- Mengonsumsi obat guna mengatasi rheumatoid arthritis atau penyakit Crohn.