"Saya ingin menekankan kepada bapak dan ibu kepala daerah untuk mengorganisir lintas sektor dalam menangani lepra (kusta). Saya titip sekaligus juga tuberkulosis, karena lepra kita penyumbang kasus terbesar ketiga di dunia dan tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Ini memerlukan penanganan lintas sektor," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK juga menyampaikan apresiasi kepada Sasakawa Leprosy Initiative yang selama bertahun-tahun konsisten mendukung upaya eliminasi kusta di Indonesia maupun berbagai negara.
Baca Juga:
Fokus Kemanusiaan dan Lingkungan, Kemenko PMK Dorong Pembangunan Terintegrasi di Papua
Menurutnya, dukungan organisasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama di tingkat kebijakan, tetapi juga pendampingan langsung di berbagai daerah guna memperkuat edukasi, advokasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Sekali lagi saya sampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Bapak Sasakawa yang terus memberikan dukungan kepada kita. Sudah hadir sampai ke daerah-daerah dan berkeliling dunia untuk eliminasi lepra (kusta). Penghargaan setinggi-tingginya dan terima kasih atas dedikasi yang luar biasa, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk dunia," ujar Pratikno.
Menutup sambutannya, Pratikno kembali menegaskan bahwa target eliminasi kusta hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama.
Baca Juga:
Kemenko PMK Perkuat Peran Car Free Day untuk Tingkatkan Aktivitas Fisik Masyarakat
Ia mengajak pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghapus stigma sekaligus mempercepat penanganan kusta di Indonesia.
Pada rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Komitmen Percepatan Eliminasi Kusta oleh para kepala daerah dari berbagai provinsi sebagai bentuk dukungan terhadap target eliminasi kusta nasional.
Selain itu, pemerintah turut meluncurkan Gerakan Nasional Melawan Stigma Kusta yang bertujuan meningkatkan edukasi publik, menghapus diskriminasi terhadap penyintas, serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap upaya eliminasi penyakit tersebut.