WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat beban pembiayaan pengobatan penyakit kanker masih menjadi salah satu yang terbesar dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sepanjang tahun 2025, total biaya yang dikeluarkan untuk penanganan kanker tercatat menembus angka lebih dari Rp10,3 triliun.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan JKN Menjangkau Seluruh Penduduk Indonesia pada 2030
Dana tersebut digunakan untuk membiayai sekitar 7,1 juta kasus kanker yang ditangani melalui skema JKN di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia.
Melalui Program JKN, BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh dan berkeadilan bagi seluruh peserta.
Layanan yang ditanggung tidak hanya terbatas pada pemeriksaan awal atau diagnosis, tetapi juga mencakup rangkaian pengobatan lanjutan seperti layanan medis spesialistik, tindakan operasi, kemoterapi, hingga radioterapi yang membutuhkan proses terapi jangka panjang dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan BRIN Dorong Kebijakan JKN Berbasis Data
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa komitmen BPJS Kesehatan dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi faktor penting dalam meringankan beban masyarakat, khususnya bagi pasien kanker yang membutuhkan biaya pengobatan tidak sedikit.
“Program JKN hadir untuk memastikan peserta tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang komprehensif, termasuk pengobatan penyakit kanker yang membutuhkan proses terapi berkelanjutan. Melalui prinsip gotong royong, masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan tanpa harus terbebani biaya pengobatan yang sangat besar,” ujar Rizzky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Lebih lanjut, Rizzky menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengobatan kanker serta memperbesar peluang kesembuhan pasien.
Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.
“Semakin cepat kanker terdeteksi, maka peluang keberhasilan pengobatan akan semakin besar. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining kesehatan secara rutin serta segera memeriksakan diri apabila merasakan gejala yang mencurigakan,” kata Rizzky.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan Rumah Sakit Universitas Airlangga, Pradana Zaky Romadhon, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kasus kanker yang tercatat saat ini juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi di bidang medis.
Menurutnya, alat deteksi penyakit yang semakin canggih dan akurat memungkinkan kasus kanker teridentifikasi lebih banyak dan lebih dini.
“Sering kali pasien yang menunda untuk melakukan pemeriksaan dini dan kemudian datang pada saat kanker sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, deteksi dini ini sangat penting untuk mendapatkan tingkat kesembuhan sempurna. Untuk itu, perlu adanya edukasi yang gencar terhadap pentingnya deteksi sedini mungkin,” ucap Zaky.
Ia juga menambahkan bahwa pasien diharapkan mengikuti alur dan prosedur pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan lanjutan.
Hal tersebut bertujuan agar pasien memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan optimal dari tenaga medis yang kompeten.
Seluruh rangkaian pengobatan kanker dijamin oleh JKN selama memenuhi indikasi medis dan prosedur pelayanan yang telah ditetapkan.
“Tentu dengan adanya penjaminan dari JKN, diagnosis dan terapi kanker sangat membantu pasien, sehingga pasien bisa memanfaatkan kepesertaan JKN-nya untuk mendapatkan pelayanan pengobatan kanker dari awal hingga kesembuhan sempurna tanpa terkendala biaya,” ucapnya.
Selain dukungan pembiayaan dan layanan kesehatan, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat.
Konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, serta menghindari berbagai faktor risiko penyakit menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan menekan potensi munculnya penyakit berbahaya seperti kanker.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]