WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mewujudkan cakupan penuh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh penduduk Indonesia pada tahun 2030.
Target ambisius tersebut disampaikan dalam ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan dan Kementerian Koperasi Teken Nota Kesepahaman Perluas JKN Koperasi
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa JKN merupakan indikator penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target 3.8 terkait akses layanan kesehatan yang menyeluruh dan berkeadilan.
"Program Jaminan Kesehatan Nasional menjadi salah satu indikator utama pencapaian SDGs 3.8 atau 3.8.1 dengan target cakupan mencapai 98 persen pada tahun 2024 dan mencakup seluruh penduduk Indonesia tahun 2030," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti di Jakarta International Expo Kemayoran.
Ia menilai, strategi perluasan kepesertaan JKN sejalan dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang bertujuan menjamin kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Gerak 335, Strategi BPJS Kesehatan Tekan Risiko Penyakit Berbiaya Katastropik
Namun demikian, tingginya jumlah peserta harus diimbangi dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan (faskes), baik dari sisi tenaga medis, sarana prasarana, maupun sistem layanan.
Pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas disebut menjadi kunci keberhasilan implementasi jaminan sosial kesehatan.
Tanpa kualitas layanan yang setara, cakupan luas justru berpotensi menimbulkan ketimpangan baru.