Dengan kemampuan tersebut, dokter dapat melakukan beberapa tindakan sekaligus, seperti menjepit jaringan, menahan organ, memotong, hingga menjahit dengan tingkat akurasi yang lebih baik.
Dukungan visualisasi 3D juga membantu dokter melihat struktur anatomi pasien secara lebih detail selama operasi berlangsung.
Baca Juga:
A-Green RW 09 Meruya Utara Jalani Verifikasi ProKlim Lestari 2026, Tampilkan Inovasi Lingkungan Berkelanjutan
RS Mandaya Royal Puri menyebutkan bahwa Da Vinci Xi telah dimanfaatkan untuk berbagai tindakan bedah kompleks, termasuk operasi transplantasi ginjal.
Penerapan teknologi robotik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bedah dengan prosedur yang lebih minim sayatan, mengurangi risiko komplikasi, serta mempercepat masa pemulihan pasien dibandingkan metode operasi konvensional.
Selain Da Vinci Xi, RS Mandaya Royal Puri juga telah mengoperasikan sejumlah teknologi robotik lainnya untuk berbagai layanan spesialis.
Baca Juga:
Camat Cup hingga Festival Talenta RW Bakal Meriahkan Rangkaian HUT RI ke-81 Kecamatan Bekasi Selatan
Di antaranya adalah Zamenix untuk penanganan batu ginjal, MonaLisa yang digunakan dalam prosedur biopsi prostat, CORI Robotic System untuk operasi penggantian sendi lutut, serta teknologi 3D Brain Neuronavigation yang dipadukan dengan robotic microscope alignment untuk mendukung tindakan bedah saraf.
Melalui penambahan Da Vinci Xi, RS Mandaya Royal Puri menegaskan komitmennya dalam mengembangkan layanan bedah berbasis teknologi modern.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan pilihan penanganan medis yang semakin canggih bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam penanganan kasus-kasus bedah yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi.