Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut data ini bisa menjadi rujukan agar negara-negara mulai menyiapkan sistem kesehatan yang tangguh dan kuat ke depannya.
"Data ini tidak hanya menunjukkan dampak besar pandemi, tapi juga gambaran besarnya kebutuhan dunia untuk berinvestasi di sistem kesehatan yang lebih kuat, sehingga bisa efektif berjalan selama masa krisis berlangsung," jelasnya.
Baca Juga:
Jaksa Agung: Pengoplosan Pertamax di Masa Pandemi Bisa Berujung Hukuman Mati
Berdasarkan data terbaru ini juga ditemukan bahwa jumlah angka kematian akibat pandemi di Indonesia lebih tinggi 7 kali lipat dibandingkan yang dilaporkan.
Dari data WHO terbaru ini juga menunjukkan jumlah kematian akibat pandemi COVID-19 pada pria lebih banyak (57%) dibanding wanita (43%). [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.