Di sisi lain, beragam jajanan dan minuman manis dengan tampilan penuh warna dan rasa menarik terus membanjiri pasar. Produk-produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi anak-anak.
Namun, di balik tampilannya yang menggoda, muncul kekhawatiran akan penggunaan bahan tambahan tertentu serta tingginya kandungan gula yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Baca Juga:
Soroti Delay Berjam-jam, YLKI Soroti Hak Penumpang Pesawat
Dokter Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Yusuf Ryadi, turut mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan waktu dan frekuensi konsumsi makanan maupun minuman tinggi gula dan pewarna.
Menurutnya, konsumsi secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak.
“Dampaknya cukup serius, terutama jika dikonsumsi rutin. Asupan gula berlebih terbukti meningkatkan risiko obesitas, gigi berlubang, gangguan metabolik,” ujarnya.
Baca Juga:
BPJS PBI Dinonaktifkan, YLKI Buka Posko Aduan Konsumen
Ia menegaskan, pengawasan orang tua serta edukasi sejak dini sangat diperlukan untuk membentuk pola konsumsi sehat pada anak, guna mencegah berbagai penyakit tidak menular di kemudian hari.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.