WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku sedih hingga merasa gagal setelah seorang pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Yurizal Tri Chaerawan, meninggal dunia usai sebelumnya sempat menunggu berjam-jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
Budi menyampaikan keprihatinannya karena salah satu tugas yang diberikan Presiden kepadanya adalah meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Tak Hanya Banjir, Hujan di Jakarta Kini Juga Bawa Mikroplastik Berbahaya ke Udara
“Sebagai Menteri Kesehatan, tugas saya dari Bapak Presiden adalah menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 76 tahun,” kata Budi dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Menurut Budi, setiap kematian menjadi perhatian baginya sebagai Menteri Kesehatan, terlebih apabila seseorang meninggal dalam usia relatif muda.
“Setiap ada yang meninggal itu hati saya sedih, apalagi kalau meninggalnya muda,” ujar Budi.
Baca Juga:
Kasus Keracunan MBG, Kemenkes Siapkan Mekanisme Laporan Seperti Pandemi COVID
Ia bahkan mengaitkan kematian pada usia muda dengan tanggung jawab yang diembannya dalam memperbaiki derajat kesehatan masyarakat.
“Saya merasa saya sebagai Menkes gagal kalau ada teman-teman kita yang meninggal muda,” kata Budi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kasus Yurizal Tri Chaerawan menjadi perhatian publik melalui unggahannya di media sosial Threads.
Yurizal sebelumnya mengeluhkan pengalamannya ketika harus menunggu hingga delapan jam karena belum memperoleh ruang rawat inap di rumah sakit.
Keluhan tersebut kemudian viral dan memancing beragam respons dari pengguna media sosial.
Di tengah ramainya pembahasan, sejumlah warganet justru memberikan komentar negatif terhadap keluhan yang disampaikan Yurizal.
Sebagian akun yang diduga melontarkan komentar negatif tersebut disebut berasal dari kalangan tenaga kesehatan dan dokter.
Sekitar satu pekan setelah unggahannya menjadi viral, Yurizal kemudian dilaporkan meninggal dunia.
Meninggalnya Yurizal membuat persoalan pelayanan kesehatan yang dialaminya kembali menjadi sorotan sekaligus memunculkan perhatian terhadap kualitas layanan bagi peserta JKN.
Budi mengakui penyelenggaraan sistem kesehatan Indonesia masih menghadapi berbagai kekurangan yang perlu terus diperbaiki.
Persoalan tersebut mencakup ketersediaan fasilitas kesehatan, kelengkapan alat kesehatan, hingga kualitas dan kecukupan sumber daya manusia.
Budi pun meminta masyarakat dan berbagai pihak terus memberikan masukan kepada pemerintah untuk membantu proses pembenahan sistem kesehatan nasional.
“Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar kita bisa laksanakan,” kata Budi.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]