“Dalam demokrasi, setiap orang hendaknya berpegang pada prinsip menghormati perbedaan dan keragaman karena semua berbuat untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi,” jelas Yusril.
Ia menambahkan bahwa kekerasan terhadap aktivis demokrasi tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun, terlepas dari perbedaan pandangan atau sikap politik.
Baca Juga:
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba, Saksi Sebut Ada Pria Plontos di Lokasi
Yusril juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk menjaga supremasi hukum, demokrasi, serta perlindungan hak asasi manusia.
“Seperti yang Anda lihat, Presiden juga mengundang mereka yang sering berbeda pendapat dengan pemerintah untuk berdialog secara terbuka di Istana. Presiden tidak akan bertoleransi terhadap tindakan kekerasan kepada aktivis atau siapa pun juga,” imbuh Yusril.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Baca Juga:
Misteri Dua Kerangka Hangus di ACC Kwitang, Benarkah Korban Demo yang Hilang?
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat korban sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan bahwa saat melintas di lokasi kejadian, korban dihampiri dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan di kawasan Jembatan Talang.
Dua pelaku tersebut diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.