“Tentunya tindakan tegas dan terukur yang kami lakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan masyarakat dan petugas kami di lapangan,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin.
Selain melakukan penegakan hukum, Polda Metro Jaya juga meningkatkan pengawasan dengan membuka 150 pos pantau di berbagai titik rawan kejahatan.
Baca Juga:
Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Rekor Gila di Super League 2025-2026
Patroli gabungan dilakukan secara intensif untuk menjaga keamanan wilayah Jakarta hingga daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya resmi membentuk Tim Pemburu Begal yang akan berpatroli selama 24 jam penuh.
“Kami juga sudah menyiapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam untuk bersama-sama kita menjaga Jakarta lebih aman lagi,” kata Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga:
Menteri HAM Tolak Tembak Begal, Polda Metro Sebut Semua Ada Aturannya
Tim khusus tersebut juga dibekali senjata dan disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas jalanan.
“Kami siapkan pada berbagai titik yang cukup rawan terjadi kejahatan,” kata dia.
Selain patroli lapangan, polisi juga menggandeng pegiat media sosial untuk membantu memantau dan menindaklanjuti berbagai aksi kejahatan yang terekam dan viral di masyarakat.