Salah satu sorotan itu datang dari Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Aries Supriyatna. Sebagai sosok orang tua, ia mengaku kaget dan ikut takut. Aries merasa prihatin kasus ini bisa terjadi.
"Itu miris ya, ngeri sekali. Nangis saya bacanya. Saya sebagai orang tua merasa miris, sedih, dan takut sekali. Karena titik pangkalnya anak jadi korban dari kepolosan dan ketidaktahuan mereka. Jadi korban pergaulan buruk," ucapnya dilansir detikJabar, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga:
Kantor Imigrasi Agam Gelar Sosialisasi Penguatan Program Desa Binaan di Kotim
Aries mengekspresikan kekecewaannya terhadap orang tua yang masih cenderung mengabaikan tanggung jawab pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Menurutnya, anak-anak adalah amanah yang perlu mendapatkan pendidikan dan pemantauan yang baik, terutama karena mereka yang masih di bawah umur membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Sementara itu, Ai Maryati Solihah, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), memastikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kasus ini.
Baca Juga:
Maruli Siahaan: Penegakan Hukum Imigrasi Butuh Data Intelijen yang Lebih Kuat
Namun, ia menekankan bahwa diperlukan waktu untuk menyelidiki motif di balik peristiwa ini dan memberikan penanganan intensif yang sesuai.
"Saya sudah koordinasi dengan UPTD Jabar, syukur anak saat ini sudah dalam perlindungan. Kami terus monitor situasi kesehatan dan mentalnya, memang benar ini TPPO dan beberapa hasil penyelidikan disampaikan keterangan sangat miris ada puluhan (pria). Kita ingin sampaikan TPPO ini berujung kekerasan dan eksploitasi seksual. Kami terus koordinasi dengan polisi dan keluarga sesegera mungkin dan kami perlu waktu," bebernya, saat bicara dalam webinar 'Catatan Akhir Tahun Situasi Anak dan Pemenuhan Hak Anak Sepanjang Tahun 2023', Kamis (21/12/2023).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.