"Saya sudah curiga pasti ada yang tidak beres, pas lihat dari atas pintu rumahnya ada genangan darah di lantai kemudian saya laporkan ke polisi," jelasnya.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama warga dengan mendatangi lokasi kejadian dan mendobrak pintu rumah yang terkunci.
Baca Juga:
Dua Temuan Besar BPK di Dinas PUTR Kota Jambi, Kelebihan Pembayaran Proyek Capai Rp6,27 Miliar
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, pelaku diduga sempat mengunci pintu dari luar lalu membuang kembali kuncinya ke dalam ruang tamu agar warga kesulitan masuk ke rumah.
Di dalam rumah, polisi menemukan dua korban dalam kondisi mengenaskan dengan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya kritis.
Siti Arofah ditemukan tewas dengan luka parah di ruang tamu rumah kontrakan tersebut.
Baca Juga:
Amplop Bupati Kuansing untuk Raja Juli Diduga Berisi 14.000 SGD, KPK Temukan Selisih Pengembalian
Sementara itu Sri Wahyuni ditemukan tergeletak di ruangan bagian belakang dalam kondisi sekarat sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
"Korbannya ada dua, yang satu meninggal di TKP itu Bu Arofah mertuanya pelaku lalu Bu Yuni istri pelaku ditemukan di ruangan belakang saat ini berupaya ditolong ke rumah sakit," tambah Suroto.
Saat ini Sri Wahyuni masih menjalani perawatan intensif di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo demi menyelamatkan nyawanya.