Ardi menegaskan bahwa warga sekitar tidak terlibat dalam sabung ayam tersebut dan justru merasa takut dengan keberadaannya.
Menurutnya, lokasi gelanggang berada di tanah milik seorang bos daerah setempat.
Baca Juga:
Oknum TNI Tembak Mati Tiga Polisi, Danrem Kumpulkan 3.000 Prajurit untuk Instruksi Tegas
Awalnya, pemilik tanah tidak mengizinkan tempatnya digunakan untuk perjudian, tetapi karena merasa tidak enak untuk menolak, akhirnya ia membiarkan arena tersebut beroperasi.
"Kami berharap perjudian ini dihentikan. Warga di sini tidak ingin terlibat, tapi malah dirugikan karena banyak orang luar yang datang dan menitipkan kendaraan," tegasnya.
Ketakutan Meningkat
Baca Juga:
Kasus Judi Sabung Ayam di Lampung, Anggota Brimob Sumsel Terseret
Situasi semakin mencekam setelah tiga anggota polisi Way Kanan tewas dalam insiden penembakan di arena sabung ayam tersebut. Warga mengaku takut keluar rumah setelah kejadian itu.
Zeki, warga setempat, mengatakan bahwa dirinya dan warga lain mendengar suara tembakan berkali-kali dari lokasi kejadian.
"Kami sangat kaget dengan suara letupan senjata api itu. Masyarakat di sini merasa tidak aman dan tidak nyaman dengan keberadaan tempat perjudian ini," kata Zeki.