WahanaNews.co | Kadiman kaget bukan kepalang. Ancaman
pemerasan yang ia terima dari seseorang lewat
pesan
WhatsApp
(WA) itu
ternyata serius.
Tadinya,
ia menganggap bahwa ancaman penculikan dan pemerasan uang senilai Rp 400 juta
tersebut hanyalah candaan anaknya.
Baca Juga:
Bandara Husein Bersiap Kembali Layani Penerbangan Jet, InJourney Mulai Tahap Optimalisasi
Ia mengabaikan
WA tersebut, dan membalasnya
dengan candaan.
Kini,
sang anak, Fathan Ardian Nurmiftah
(18), ternyata ditemukan telah meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan.
"Ada WA (WhatsApp)
dari nomor Fathan dengan nada ancaman, Senin pagi," kata Kadiman, saat ditemui di rumah duka, Perumahan Dinas Peruri, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Kamis (14/1/2021).
Baca Juga:
IPDN Bekali Pemahaman Pentingnya Moral dan Knolwledge Para Praja di Era Digital Governance
Namun,
Kadiman mengaku, ia bersama
istrinya mencoba untuk tenang dan menganggap ancaman yang diberikan merupakan
candaan dari Fathan.
"Lalu,
istri saya membalasnya,
dan bilang itu candaan," katanya.
Kadiman kemudian berinisiasi untuk mencari Fathan.