WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepanikan usai menghabisi nyawa korban justru membuat jejak pelaku semakin terang, ketika Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad meninggalkan pisau berlumur darah di lokasi pembunuhan mantan istri sirinya, Dwintha Anggary, di kontrakan korban di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2026).
Pelaku yang merupakan warga negara Irak itu tidak hanya meninggalkan senjata tajam, tetapi juga baju yang ikut terkena darah korban, sementara ia justru membawa kabur barang lain berupa gulungan karpet bercak darah dan ponsel milik korban.
Baca Juga:
KKB Mengaku Dalang Penembakan TNI di Maybrat, Dua Prajurit Gugur
Pisau berlumur darah tersebut ditemukan tergeletak di atas tumpukan sepatu di dalam kontrakan korban dan kini telah diamankan sebagai barang bukti oleh kepolisian.
“Ditaruh aja gitu di atas,” ungkap AKP Fechy J Ataupah saat ditemui wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/3/2026).
Selain pisau, polisi juga mengamankan pakaian pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian dan turut terpapar darah dari luka di bagian leher korban.
Baca Juga:
Ganjil Genap Jakarta Masih Libur sampai Hari ini, Kendaraan Bebas Melintas
Ponsel milik korban sengaja dibawa oleh pelaku karena diduga menyimpan bukti terkait tuduhan perselingkuhan yang menjadi motif pembunuhan tersebut.
“Jadi katanya selain melihat tertangkap basah bersama pria lain, ada juga foto mesra,” jelas Fechy.
Namun hingga kini, polisi belum dapat mengakses isi ponsel tersebut lantaran tidak mengetahui kata sandinya.
“Cuma HP korban sampai saat ini belum kami buka karena tidak ada yang tahu password-nya,” lanjutnya.
Selain ponsel, paspor korban juga turut dibawa pelaku dalam upaya pelarian menuju Pulau Sumatera sebelum akhirnya berhasil diamankan aparat.
Terkait dugaan perselingkuhan, polisi berencana memanggil pihak keluarga korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Kini Fuad telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan dijerat Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sebelumnya, korban yang merupakan cucu seniman Betawi Mpok Nori ditemukan tewas di dalam kontrakannya pada Sabtu (21/3/2026) dini hari setelah keluarga curiga karena tidak ada respons dari dalam rumah.
Upaya pencarian dilakukan ketika ibu dan adik korban mencoba membangunkannya, namun tidak mendapat jawaban dari dalam.
Sang adik kemudian masuk melalui jendela yang terbuka dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]