Dari TKP, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti pakaian korban yang berlumuran darah serta selembar spanduk yang terdapat bercak darah dan diduga digunakan sebagai alas tidur.
"Hingga saat ini AG (suami) masih belum sadarkan diri dan berada dalam perawatan intensif dengan pengamanan ketat dari personel kita," ujarnya.
Baca Juga:
Dugaan Manipulasi SKBT untuk Muluskan Mutasi PNS Makin Terkuak, Inspektur Nias Barat Bungkam
Menurut keterangan salah satu saksi yang menerangkan bahwa awal peristiwa itu diketahui bermula ketika mendengar suara jeritan korban dari dalam rumah sekitar pukul 17.00 WIB.
Kemudian, saksi langsung menuju rumah korban dan masuk melalui pintu depan yang tidak terkunci.
"Ketika saksi tiba terlihat korban dalam posisi tertelungkup berlumuran darah di salah satu kamar, sementara pelaku juga terlihat terbaring berlumuran darah," terang Yafao Lase.
Baca Juga:
Plt. Camat Moro'o Kukuhkan 31 Paskibraka: Bukan hanya Pengibar Bendera, tapi Jadi Teladan
Seketika, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga serta memanggil-manggil anak kandung korban.
Lalu, warga sekitar yang mendengar teriakan saksi berdatangan dan menghubungi petugas Kesehatan dari Puskesmas Moro’o.
"Saat tim medis tiba, korban dinyatakan telah meninggal dunia, sementara terduga pelaku masih bernapas dan langsung dievakuasi untuk mendapat pertolongan pertama," bebernya.