WahanaNews.co | Polisi masih memburu 2 orang yng diduga terlibat kasus pengeroyokan pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando.
Satu dari dua orang itu teridentifikasi melalui face recognition bernama Ade Purnama.
Baca Juga:
Maksimalkan Penjagaan, Polisi Jamin Keamanan Wisatawan di Kepulauan Seribu
"Iya masih dalam pengejaran. Masih dikejar itu dua orang lagi, Ade Purnama sama yang pakai topi itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/4).
Zulpan menyebut untuk identitas pria bertopi tertangkap kamera menganiaya Ade Armando masih diselidiki. Pelbagai upaya dilakukan menyelidiki identitas pria tersebut seperti memanfaatkan teknologi face recognition maupun analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Ini penyidik masih di lapangan masih dikejar lah. Tim terus bergerak," ujar dia.
Baca Juga:
Pria di Thailand Tega Tembak Buah Zakar Teman Gara-gara Ditagih Utang Rp73 Ribu
Menurut Zulpan, pria bertopi itu awalnya diumumkan memiliki nama Abdul Manaf. Namun setelah diselidiki ternyata identitas pria bertopi itu bukan Abdul Manaf.
"Bukan, namanya bukan Abdul Manaf. Kemarin kan dia dengan menggunakan topi teridentifikasi sebagai Abdul Manaf tapi setelah didatangi orang Abdul Manaf itu bukan Abdul Manaf," kata Zulfan.
Polisi sebelumnya menetapkan tujuh tersangka kasus pengeroyokan Ade Armando. Polisi mengelompokan para tersangka sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan.