Hingga dua hari berselang, lanjut VI, dirinya melihat ibunya juga masih terbaring di lantai yang sama dalam posisi tidak sadarkan diri.
"Dua hari kemudian setelah pulang sekolah, saya masih melihat mama saya terbaring di tempat yang sama," ujarnya.
Baca Juga:
Fakta Baru, Ini Percakapan Juwita dengan Sahabatnya Sebelum Dihabisi Oknum TNI AL
Tak lama kemudian, VI mengatakan dirinya melihat ayahnya membawa masuk pasir dan semen ke dalam rumah.
Waktu itu, VI melanjutkan, ayahnya meminta dirinya supaya berbohong mengenai pasir dan semen tersebut.
"Kemudian memberitahukan kepada saya kalau ada yang bertanya semen itu untuk apa, saya harus jawab untuk buat kolam ikan," ucapnya.
Baca Juga:
Pembunuhan Jurnalis Banjarbaru, Kuasa Hukum Sebut Korban Dieksekusi dalam Mobil
Selain itu, VI mengaku diminta oleh ayahnya untuk berbohong ketika orang-orang menanyakan di mana keberadaan ibunya.
"Bapak saya kemudian mengajari saya dan adik saya yang waktu itu masih berumur 5 tahun. Jika ada yang bertanya mama kamu ke mana, sampaikan bahwa mamamu pergi entah ke mana," tuturnya mengikuti perkataan pelaku.
Namun, pelaku H kini telah mengakui pembunuhan istrinya enam tahun sebelumnya dengan balok kayu.