“Korban lainnya telah menghubungi saya,” ungkap akun @aarummamis dalam utas lanjutan.
Ia mengaku hatinya terpukul setelah mengetahui bahwa dirinya bukan satu-satunya korban.
Baca Juga:
Wapres Gibran Kecam Keras Kasus Pelecehan Seksual 50 Santriwati di Ponpes Pati
“Ini cerita dari salah satu korban yang mau berbagi cerita, dia 17 tahun, hatiku sangat terpukul mengetahui aku bukan satu-satunya korban,” katanya.
Dalam utas terbaru, akun tersebut mengklaim setidaknya tujuh korban lain telah menghubunginya, termasuk korban yang masih berusia di bawah umur saat peristiwa terjadi.
Salah satu korban yang kisahnya dibagikan mengaku mengalami peristiwa traumatis sekitar tiga tahun lalu, ketika dirinya baru berusia 17 tahun.
Baca Juga:
Soal Pelecehan Seksual di Grup Chat Fakultas Teknik, Rektor IPB Buka Suara
“Awalnya semua berjalan normal,” tutur korban tersebut sebagaimana disampaikan ulang oleh akun @aarummamis.
Korban kemudian menceritakan dugaan pelecehan yang dialaminya di dalam studio.
“Namun setelah kami merokok, dia membawaku kembali ke dalam studio, mengunci pintu, mematikan lampu, lalu berusaha menciumku dan memaksaku melakukan hal-hal yang membuatku syok,” katanya.